WELCOME TO KMJ MESIR OFFICIAL WEBSITE

Rabu, 03 Agustus 2011

Ulama Azhar, " Menampilkan Sahabat Dalam Film Adalah HARAM"


Film baru berjudul al-Hasan wa al-Husein telah mengundang perdebatan antara para ulama dan pemimpin produksi Film mengenai boleh tidaknya menampilkan shahabat di layar televisi. Majma' Buhuts Islamiyah yang berada dibawah naungan Azhar telah mengeluarkan fatwa haram, seperti yang telah diberitakan pada harian Sout Azhar edisi 29 Juli 2011 lalu. Fatwa ini mendapatkan penolakan dari kalangan perusahan per-filman Mesir. Mereka tetap bersi keras untuk menayangkan Film tersebut pada bulan Ramadhan ini. Film ini mengangkat cerita terbunuhnya Imam Ali Ra, Syahidnya Imam Husen dan naiknya Shahabat Muawiyah sebagai Khalifah.

Disisi lain Film ini juga seolah membangunkan Fitnah an-naimah kebencian yang sedang tidur diantara kalangan Sunni dan syiah.
Masalah hukum menampilkan para Nabi dan para Shahabat dilayar televisi telah muncul sejak 85 tahun yang lalu. Al-azhar untuk pertamakalinya mengeluarkan Fatwa pengharaman dan pelarangan menampilkan sosok nabi dan juga 10 Shahabat yang diberi kabar gembira masuk surga. Mereka adalah Saiduna Abu Bakar Ashidiq, Umar bin Khatab, Utsman Bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awam, Sa'ad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin 'Auf, Thohah bin Ubaidillah, dan Sa'id bin Zaid Radiyallahu 'Anhum.
Fatwa ini mulai disebarkan bertepatan dengan kasus adanya film yang akan mengangkat karakter nabi Muhammad SAW yang akan diperankan oleh aktor Yusuf Bek Wahbey yang akan di sutradarai oleh Widad 'Arofiy berkebangsaan Turki, bekerjasama dengan Produser dari Perancis pada tahun 1926 setahun sebelum per-filman banyak tersebar di seluruh dunia.

Fatwa pengharaman ini bukan hanya berlandaskan Syariat namun juga perasaan jiwa umat muslim tidak akan dapat menerima kenyataan tersebut. Apa lagi ketika Yusuf Bek Wahbey akan memerankan sosok Nabi Muhammad SAW, dia baru saja menjadi aktor yang memerankan karakter Rashbutin dari Rusia yang terkenal kejam dan banyak membunuh. Pada akhirnya Film tersebut tidak jadi dibuat karena Yusuf Wahbey kalah berdialog dengan Alazhar.

Begitu juga film berjudul Al-Risalah yang disutradarai oleh Mustafa Aqad.Film ini menampilkan beberapa Shahabat diantaranya Saiduna Hamzah Ra yang bergelar singa Islam. Selama 30 tahun setelah selesai dari pembuatannya ,Film ini tidak mendapatkan izin untuk di tayangkan di Mesir . Sampai akhirnya ketika dua tahun yang lalu pemimpin perusahaan televisi Mesir Nyonya Suzan Hasan meminta izin kepada Syaikhul Akbar Syaikh Thantawi untuk menayangkan di layar lebar, dan Syaikhul Akbar menerima permintaan izin tersebut. Setelah izin tersebut film hanya di putar sebanyak tiga kali. Itupun bertepatan dengan acara perayaan hari-hari besar Islam. Kasus yang sama enam tahun lalu ditayangkan film yang berjudul Penderitaan al-Masih Aalam al-Masih. Didalam film tersebut sosok nabi Isa As ditampilkan. Adapun baru-baru ini muncul film Maryam al-Muqaddasah dan film Yusuf al-Shidiq yang diproduksi oleh Iran.

Disamping Fatwa Azhar yang terdahulu, Syekh Ali Abdul Baqi Sekjen Majma' Buhuts Islamiyah menyatakan: Bagaimana mungkin seorang aktor yang pada saat ini dia memerankan karekter Imam Husein dan dikesempatan lain dia memerankan karekter orang fasik atau penimum arak. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Syekh Rafa'at Utsman Doktor Perbandingan Madhab Fiqih Universitas al-Azhar dan juga anggota Majma' Buhuts Islamiyah: Alasan al-Azhar melarang menampilkan sosok para Nabi dan Shahabat melalui film dikarenakan hal ini mengurangi kewibawaan sosok asli dari para Nabi dan juga Shahabat di kalangan masyarakat Muslim. Sebagaimana diketahui bahwa aktor tersebut tidak akan mampu mencapai derajat kesempurnaan dan kemuliaan yang dicapai oleh para Nabi dan Shahabat dengan cara apapun. Selain itu terkadang aktor tersebut didalam kehidupan sehari-harinya adalah orang yang senantiasa melakukan perbuatan-perbutan yang bertentangan dengan Islam. Dengan dasar semua ini al-Azhar mengharamkan menampilkan para Nabi dan Shahabat melalui gambar bergerak "film" dan juga gambar tidak bergerak seperti karikatur dan lukisan lainnya.
Di kutif dari Harian Sout Azhar pada edisi 29 Junli 2011.

Kamis, 05 Mei 2011

Rektor, "18 Juni Ujian Azar, Mahasiswa Dipermudah".


Rektor Universitas al-Azhar prof. Dr. Usamah el-Abed mengumumkan bahwa ujian term ke dua untuk tingakat kuliyah universitas al-Azhar akan dimulai pada hari sabtu tanggal 18 juni 2011, seperti yang diberitakan pada harian Sout Azhar pada edisi 29 April 2011 lalu.

Beliau memberikan arahan kepada panitia pelaksana ujian untuk melakukan beberapa hal yang dapat memberikan kemudahan kepada para mahasiswa didalam menjalani ujian mendatang, seperti mengikut sertakan suara mahasiswa didalam menentukan jadwal ujian, menentukan jumlah mata pelajaran ujian disetiap minggunya (dua mata pelajaran atau tiga mata pelajaran), beliau menguatkan bahwa musyarah ini harus diadakan karena hal ini termasuk ajaran Islam.

Bapak Rektor juga memberikan arahan kepada para Dekan Fakultas dan para Dosen untuk tidak memberikan soal yang menyulitkan kemampuan mahasiswa, terlebih setelah kejadian Revolusi Mesir yang terjadi pada tanggal 25 januari lalu menyebabkan terpotonggnya waktu jam pengajaran di kuliyah. Beliau juga meminta kepada para Dosen dan panitia ujian untuk tidak mempersulit didalam memberikan penilaian (mengkoreksi) lembar jawaban.

Diakhir arahanya bapak Rektor juga memutuskan kepada panitian ujian untuk menamai setiap ruang ujian dengan nama-nama para Syuhada dari mahasiswa dan mahasiswi al-Azhar pada revolusi Mesir 25 januari karena mereka telah berkorban demi kejayaan Mesir dan juga al-Azhar.(Fjrl)
Dikutif dari Harian Sout Azhar pada edisi 29 april 2011.

Rabu, 20 April 2011

KMJ Gelar Acara Perpisahan Ust. Ronaldi Asy'ari, Lc


Kairo, 19 April 2011, bertempat di aula Rumah Datuk, salah seorang senior dan anggota KMJ Mesir mengadakan acara Wada’an (perpisahan, red). Beliau adalah Ust. Ronaldi Asy’ari, Lc, yang telah merampungkan studi program strata 1. Acara perpisahan ini selain dihadiri oleh warga KMJ di Mesir, juga mendatangkan beberapa perwakilan dari IKAT (Ikatan Alumni Thawalib), almamater sekolah menengah beliau yang berada di Mesir.

Acara dimulai setelah melaksanakan shalat Isya berjamaah di aula Rumah Datuk. Diawali dengan Tilawah Qur’an yang dibacakan Rian Cupika, salah seorang Qori asal Kerinci. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, ketua KMJ Mesir, Ahmad Zaki menyampaikan ucapan terimakasih atas dedikasi dan sumbangsih beliau terhadap KMJ Mesir, dan juga Ahmad Zaki menyampaikan permintaan maaf jikalau selama DP KMJ yang dinakhodainya terdapat silaf maupun khilaf. Begitu juga dalam sambutan ketua DK KMJ, abang Heri Nuryahdin, beliau juga berpesan agar tidak melupakan KMJ setibanya di Indonesia, plus harapan dan dorongan agar dapat berkiprah lebih banyak lagi bagi Jambi maupun Indonesia.

Selanjutnya penyampaian kesan dan pesan dari anggota KMJ maupun perwakilan IKAT yang hadir. Hadirin menyampaikan banyak pesan dan kesan mereka selama bergaul dengan Ust. Ronaldi Asy’ari, Lc. Begitu juga dalam penyampaian kesan dan pesan dari beliau sendiri yang menyita perhatian dan rasa haru dari undangan yang hadir. (Mae)