WELCOME TO KMJ MESIR OFFICIAL WEBSITE

Sabtu, 12 Juni 2010

Mengusung Jambi "EMAS"

Sabtu, 12 Juni 2010 | 04:37 WIB

Visi dan misi yang dipaparkan di hadapan anggota DPRD dan publik di Gedung DPRD, awal Juni lalu, mengundang komentar banyak pihak. Pasangan Hasan Basri Agus-Fachrori Umar dinilai memahami permasalahan Jambi, sekaligus menawarkan solusi.

Hasan Basri Agus (HBA) menyebut pentingnya ”Perubahan untuk Rakyat Jambi, Menuju Jambi EMAS 2015”. Visinya adalah Ekonomi Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera atau disingkat Jambi EMAS 2015.
Ada lima misi, antara lain, meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pelayanan umum; meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya; serta meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis agribisnis dan agroindustri. Mereka juga menyebut misi meningkatkan pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan serta meningkatkan tata pemerintahan yang baik, jaminan kepastian dan perlindungan hukum, serta kesetaraan jender.

Tak tanggung-tanggung, ia punya 15 program prioritas, seperti meningkatkan ruas jalan, di antaranya Jalan Muara Bungo-Muara Tembesi-Jambi (259 kilometer), Jembatan Batanghari II-Pelabuhan Muara Sabak (61 km), Tempino-Muara Bulian (33 km), dan Jalan Keliling Danau Kerinci (45 km). ”Dilakukan juga peningkatan ruas Jalan Simpang Tuan- Kuala Tungkal, Bangko-Sungai Penuh-Batas Tapan, serta Jambi- Kumpeh-Suak Kandis-Rantau Rasau,” ujar Hasan.

Jalan Pauh-Air Hitam-Margoyoso akan meningkatkan jalan statusnya menjadi jalan provinsi. Pasangan ini juga menjanjikan pengerasan dan pengaspalan jalan strategis serta mempercepat pembangunan Bandar Udara Muara Bungo.

Menurut Hasan, infrastruktur menjadi prioritas utama jika terpilih menjadi gubernur Jambi periode 2010-2015. Hampir setengah dana daerah akan mengalir untuk merealisasikan program itu. Mengapa memprioritaskan program itu, Hasan menjawab, ”Mengapa tidak?”

Ia mengaku telah mengkaji kebutuhan masyarakat. ”Memang itu (infrastruktur) yang paling dibutuhkan,” tuturnya.

Untuk ekonomi kerakyatan, ia janji membantu modal UKM Rp 5 juta per unit usaha. ”Kami juga akan mengadakan bedah rumah,” ujarnya.

Disebut juga percepatan pembangunan infrastruktur listrik, meningkatkan kualitas dan ketersediaan jaringan irigasi dan air bersih, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Pasangan ini pun mengupayakan pemerataan akses pendidikan berkualitas dengan cara memberikan beasiswa prestasi bagi yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi, standardisasi balai latihan kerja, percepatan sertifikasi guru, dan peningkatan mutu pendidikan pesantren.

Di sektor ekonomi, HBA-FU akan mengurangi jumlah orang miskin dan penganggur. Caranya, mengembangkan industri kecil menengah dan membangun pusat-pusat ekonomi baru. Terkait lingkungan, mereka akan mendorong pembukaan lahan tanpa bakar. Caranya dengan subsidi teknologi.

Koalisi partai

Rencana HBA mencalonkan diri terdengar dua tahun lalu. Ia disebut-sebut bupati yang mudah ditemui wartawan. Fotonya hampir tiap pekan mengisi lembar advertorial di media cetak daerah.

Hasan juga gencar mengusung program populer, seperti sekolah gratis dan layanan kesehatan bagi orang miskin. Ia dikenal sebagai bupati yang gemar bedah rumah. Popularitasnya cepat menanjak.

Jauh sebelum pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi dibuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi, nama HBA paling populer. Dari sejumlah survei media swasta, perolehan suara HBA yang tertinggi.

Popularitasnya sempat menurun ketika Fachrori Umar disandingkan sebagai calon wakil gubernur Jambi. Nama Fachrori yang kurang dikenal publik mengundang spekulasi bahwa sejumlah suara bakal beralih ke pasangan lain. Hasan enggan berkomentar tiap ditanya alasan memilih Fachrori. Rabu lalu, ia hanya tersenyum pendek, lalu bergegas meninggalkan Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Meski popularitasnya menurun, nama HBA tetap di posisi tertinggi kandidat terpopuler. Survei terakhir dua lembaga di Jakarta: Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan Charta Politika, menempatkan HBA di posisi teratas. LSI memang disewa tim sukses HBA-FU.

Hasil survei terakhir LSI, April dan Mei 2010, pasangan HBA-FU dipilih 35,5 persen responden. HBA dinilai paling dikenal (83 persen) dan paling disukai (69,1 persen).

Menurut Direktur LSI Denny JA, Hasan dipastikan menang bila mempertahankan citra positif dirinya dan terus mengampanyekan tema kepentingan rakyat kecil. Ia mengingatkan, pasangan itu jangan lengah karena banyak suara mengambang ”Swing voter di atas 25 persen,” ujarnya.

HBA-FU diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Patriot, dan Partai Persatuan Daerah. Ketua Tim Sukses HBA-FU Asnawi Nasution mengatakan, pihaknya optimistis pasangan calon ini meraih suara terbanyak dan pilkada berlangsung satu putaran.

Mengenai persandingan HBA- FU, Asnawi menyambut positif. Pasangan saling melengkapi. Hasan punya pengalaman panjang di birokrasi, sedangkan Fachrori berpengalaman dalam penegakan hukum.

Latar belakang

Awal karier Hasan adalah PNS di Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Kariernya cepat menanjak, seperti menjadi Kepala Subbagian Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Camat Mersam, dan Camat Muara Tembesi di Kabupaten Batanghari serta Kepala Biro Kepegawaian Sekwilda Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi, dan Bupati Sarolangun sejak 2006.

Pekan lalu, ia memperoleh Adipura kedua kalinya dari presiden. Sebelumnya, ia menerima Bintang Jasa Utama, Lencana Permata Bangsa, dan Satya Lencana Pembangunan. Tahun lalu, ia memperoleh penghargaan peningkatan produksi beras nasional. Ia juga Pegawai Negeri Sipil Teladan RI (2003) dan memperoleh Leadership Award tahun 2007.

Adapun sosok Fachrori Umar tak banyak diketahui. Sebelum pindah tugas menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Utara, ia mencalonkan diri sebagai bupati Bungo periode 2006-2011.

Namun, ia kalah bersaing dengan Zulfikar Achmad yang saat ini juga mencalonkan diri sebagai gubernur. Pertama kali, Fachrori diangkat sebagai hakim agama di Samarinda.

Lalu, Wakil Ketua Pengadilan Agama di Muara Bungo. Di sana, ia aktif di Majelis Ulama Indonesia, Majelis Dakwah Indonesia, KNPI, dan organisasi lain. Ia juga aktif di DPD II Golkar wilayah Kabupaten Bungo Tebo.

Fachrori pernah menjadi Ketua Pengadilan Agama di Kota Bangko untuk wilayah Merangin dan Sarolangun sebelum menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi. (ITA)

Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/12/04373583/mengusung.jambi.emas

0 comments:

Posting Komentar