Debat Kandidat Cagub-Cawagub
Pertanyaan pertama yang disampaikan oleh moderator dalam hal ini dibawakan oleh Indra Maulana adalah program prioritas yang akan dilakukan oleh para kandidat.
HBA secara jelas memaparkan masalah perbaikan infrastruktur disemua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi. “Hal ini untuk menunjang perekonomian masyarakat, karena peningkatan ekonomi kerakyatan harus ditunjang oleh infrastruktur yang memadai,”ujarnya didepan ribuan penonton yang menghadiri acara debat semalam. Infrastruktur, lanjut HBA, bukan saja jalan, namun juga terkait pembangkit listrik dan infrastruktur perairan. “Kalau infrastruktur itu sudah memadai, listrik masuk desa, tentu perekonomian akan tumbuh dengan sendirinya,”papar HBA.
Dalam sesi debat yang kedua, Panelis Valina Singka Subekti mempertanyakan kepada kandidat terkait otonomi daerah. Mantan anggota KPU Pusat ini meminta kepada kandidat untuk memaparkan seberapa besar otonomi yang diinginkan saat ini.
Dalam hal itu, HBA memaparkan, pemerintah pusat harus bisa memberikan kebebasan berkreativitas kepada kepala daerah dalam hal ini Gubernur. “Selama ini sudah baik, misalnya nya saja, saya sudah bisa membangun pembangkit listrik di Sarolangun,”bebernya.
Panelis kedua, Muchtar Latif yang juga Rektor IAIN STS Jambi pada kesempatan pertama mempertanyakan kepada seluruh kandidat, bagaimana sikap mereka terhadap lokalisasi di Payosigadung atau yang lebih dikenal dengan Pucuk.
“Kita tidak bisa serta merta menutup Pucuk, namun kita cari solusinya,”jelas HBA. Beberapa solusi yang diberikan HBA diantaranya adalah memberi pelatihan kepada pekerja seks komersial itu. Menutup akses masuknya pendatang baru ke Payosigadung, lalu memberikan pemahaman agama kepada mereka secara bertahap. “Juga memberikan kesempatan kerja atau peluang kerja kepada mereka,”tutur Bupati Sarolangun ini.
HBA dalam kesempatan itu juga mendapat pertanyaan apakah siap berhenti jika nantinya tersandung kasus korupsi ketika menjabat.
“Kita siap berhenti, atau mundur, jika nantinya terlibat kasus korupsi,”tegas HBA yang juga diamini oleh Fachrori Umar sebagai cawagubnya.
HBA sempat mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kandidat lain, yakni ZA-Ami, dalam kesempatan itu, HBA ditanya soal metode pengangkatan pejabat pemerintahan.
HBA secara jelas memaparkan bahwa dirinya akan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Ya kan ada Baperjakat, kita akan meminta mereka menyeleksi para calon pejabat. Meski tidak mengesampingkan soal kedekatan, namun tentu itu tidak menjadi prioritas,”tuturnya.
Ketika giliran ditanya oleh Madjid Mu’az terkait masalah nilai negatif perkebunan sawit dan bagaimana menanggulanginya, HBA secara gamblang menjelaskan, bahwa jika terpilih, dirinya akan mengembangkan beberapa jenis tanaman selain sawit.
“Kita tidak hanya mengembangkan sawit saja, kita akan kembangkan juga karet, agar lingkungan tidak rusak,”jelasnya.
Lalu, dalam sesi yang ketiga, dimana panelis kembali bertanya kepada kandidat, HBA mendapat giliran pertanyaan oleh Muchtar Latif. Rektor IAIN itu bertanya terkait pengembangan sumberdaya manusia, yang tidak sebanding dengan pengekspoitasian sumber daya alam Jambi.
“Saya sudah membuat program beasiswa bagi pemuda Sarolangun yang berpotensi, setiap tahun lebih dari lima orang saya sekolahkan program doktor. Dan ini akan dilanjutkan jika terpilih sebagai gubernur Jambi. SDM merupakan hal yang wajib, jika Indonesia ini ingin maju,”tuturnya.
Terakhir, HBA juga menegaskan bahwa dirinya dalam menghadapi pilgub Jambi 19 Juni nanti siap untuk menang dan siap untuk kalah. “Kita siap menang siap kalah,”tegasnya.
Sumber: http://www.jambiekspres.co.id/index.php/utama/13513-hba-fachrori-janjikan-program-rill.html
08.48.00
K.M.J
0 comments:
Posting Komentar